• 12

    Jan

    12 Januari 2015

    12 Januari 2015 Tak terasa 33 tahun ikut menjejakan kaki di dunia Menyesapi tiap detik kenangan Tentang kebahagian, kepedihan Duka cita, derai kebahagian Tetes airmata yang kadang mengalir tak terbendung Ya, saat kata tak mampu terucap Hanya airmata yang dapat bicara Ntah tentang sendu yang melingkupi kesedihan Atau haru biru kegembiraan 33 tahun berlalu seperti sekejapan mata Datang sendiri diiringi jerit tangis Berguling, merangkak, berjalan kemudian berlari Menelusuri jalan yang tak terhitung lagi jaraknya Berusaha menikmati tiap detik perjalanan dengan senyuman Melangkah menuju angka 34, 35, 36 dan seterusnya Hingga waktu untuk menghirup udara habis Pergipun akan sendiri Seperti halnya saat datang Ntah tangis atau tawa yang akan mengiringi langkah?
  • 9

    Feb

    Mendadak sedih (2)

    Ada nyeri yang tiba menyeruak Menghujam Menyesakan dada Air mata mengalir perlahan Tanpa mampu terbendung Ada ketidaktahuan dalam pedih Coba mengali ingatan lalu Tentang rasa sedih Maap Januari… Sesaat terlupa tentangmu Hari ini tepat empat puluh hari kau tiada Hanya sebuah doa saat ini terucap Tenanglah kau disana Januari Awal… “Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru?” (Panji Darman/Jan Dapperste, Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer)
  • 1

    Jan

    Januari Awal

    Januari Awal Nama yang tak akan hilang dalam ingatan 00:02 1 Januari 2009 Datang untuk kemudian pergi Hadir dan pergimu tak pernah kusesali Detik-detik ada dan tiada selalu kunikmati Tersenyumlah selalu disana Karena kamipun disini selalu tersenyum untukmu Dan doa yang selalu teriring
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post