Serakan petuah

30 Jan 2009

Diambil dari Tentralogi Pulau Buru karangan Pramoedya Ananta Toer

Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri
(Mama/Nyai Ontosoroh,Bumi Manusia)

Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.
(Jean Marais, Bumi Manusia)

Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.
(Jean Marais, Bumi Manusia)

Tak ada cinta muncul mendadak, karena dia anak kebudayaan, bukan batu dari langit.
(Jean Marais, Bumi Manusia)

Hidup bisa memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima
(Mama, Bumi Manusia)

Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana;biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.
(Mama, Bumi Manusia)

Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya
(Minke, Bumi Manusia)

Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas
(Bunda, Bumi Manusia)

Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai
(Magda Peters,Bumi Manusia)

Tak pernah ada perang untuk perang. Ada banyak bangsa yang berperang bukan hendak keluar sebagai pemenang. Mereka turun ke medan perang dan berguguran berkeping-keping seperti bangsa Aceh sekarang ini…ada sesuatu yang dibela, sesuatu yang lebih berharga daripada hanya mati, hidup atau kalah-menang
(Jean Marais,Bumi Manusia)

Cinta tak lain dari sumber kekuatan tanpa bandungan bisa mengubah, menghancurkan atau meniadakan, membangun atau menggalang
(Dr. Martinet,Bumi Manusia)

Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati
(Mama, Anak Semua Bangsa)

Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru?
(Panji Darman/Jan Dapperste, Anak Semua Bangsa)

Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?
(Jean Marais, Anak Semua Bangsa)

Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannyakehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.
(Mama, Anak Semua Bangsa)

Benih yang tidak sempurna akan punah sebelum berbuah
(Mama, Anak Semua Bangsa)

Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Di mana pun ada yang mulia dan jahat. Di mana pun ada malaikat dan iblis. Di mana pun ada iblis bermuka malaikat, dan malaiakat bermuka iblis. Dan satu yang tetap, Nak, abadi : yang kolonial, dia selalu iblis
(Mama,Anak Semua Bangsa)

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? karena kau menulis. Suaramu takkan padam di telan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
(Mama, Anak Semua Bangsa)

Dengan ilmu pengetahuan modern, binatang buas akan menjadi lebih buas, dan manusia keji akan semakin keji. Tapi jangan dilupakan, dengan ilmu-pengetahuan modern binatang-binatang yang sebuas-buasnya juga bisa ditundukan
(Khouw Ah Soe, Anak Semua Bangsa)

Pernah kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya
(Robert Suurhorf, Anak Semua bangsa)

Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sedniri
(Kommer, Anak Semua Bansga)

Kartini pernah mengatakan : mengarang adalah bekerja untuk keabadian
(Kommer, Anak Semua Bangsa)

Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit
(Kommer,Anak Semua Bangsa)

Orang rakus harta benda selamanya tak pernah membaca cerita, orang tak berperadaban. Dia takkan pernah perhatikan nasib orang. Apalagi yang hanya dalam cerita tertulis
(Mama, Anak Semua Bangsa)

Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaam dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang memang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana
(Kommer, Anak Semua Bangsa)

Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.
(Minke,Jejak Langkah)

Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal ?
(Von Kollewijn,Jejal Langkah)

Persahabatan lebih kuat dari pada panasnya permusuhan
(Bunda/Minke, Jejal Langkah)

Dahulu, nenek moyangmu selalu mengajarkan, tidak ada yang lebih sederhana daripada hidup: lahir, makan-minum, tumbuh, beranak-pinak dan berbuat kebajikan
(Bunda, Jejal Langkah)

Setiap hak yang berlebihan adalah penindasan
(Minke, Jejal Langkah)

Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri
(Minke, Jejak Langkah)

Apa bisa diharapkan dari mereka yang hanya bercita-cita jadi pejabat negeri, sebagai apapun, yang hidupnya hanya penantian datangnya gaji?
(Minke,Jejal Langkah)

Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangasanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya
(Minke, Jejak Langkah)

Berbahagialah dia yang tak tahu sesuatu. Pengetahuan, perbandingan, membuat orang tahu tempatnya sendiri, dan tempat orang lain, gelisah dalam alam perbandingan
(Mingke, Jejak Langkah)

Setiap permulaan memang sulit. Dengan memulai setengah pekerjaan sudah selesai, kata pepatah
(Van Heutsz, Jejal Langkah)

Bila akar dan batang sudah cukup kuat dan dewasa, dia akan dikuatkan oleh taufan dan badai
(Raden Tomo,Jejak Langkah)

Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya
(Frischboten, Jejak Langkah)

tetapi manusia pun bisa mengusahakan lahirnya syarat-syarat baru, kenyataan baru, dan tidak hanya berenang diantara kenyataan-kenyataan yang telah tersedia
(Minke, Jejak Langkah)

Semua ditentukan oleh keadaan, bagaimanapun seseorang menghendaki yang lain. Yang digurun pasir takkan menggunakan bahtera, yang di samudera takkan menggunakan onta.
(Minke, Jejak Langkah)

Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan (Minke, Jejak Langkah)

Dibalik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengahjalan ke arah kelestarian
(Minke, Jejak Langkah)

Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Nilai yang diwariskan oleh kemanusiaan hanya untuk mereka yang mengerti dan membutuhkan. Humaniora memang indah bila diucapkan para mahaguruindah pula didengar oleh mahasiswa berbakat dan toh menyebalkan bagi mahasiswa-nahasiswa bebal. Berbahagialah kalian, mahasiswa bebal,karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Orang begitu tabah menghadapi kehilangan kebebasannya, akan tabah juga kehilangan segala-galanya yang masih tersisa
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Seorang tanpa prinsip adalah sehina-hina orang manusia setengik-tengiknya
(Pangemanann,Rumah Kaca)

Soalnya memang kertas-kertas yang lebih bisa dipercaya. Lebih bisa dipercaya daripada mulut penulisnya sendiri
(Tuan L, Rumah Kaca)

Bagi orang yang setiap hari meneliti koran dan majalah sejak nama terbitan sampai pada iklan yang penghabisan adalah mustahil bila tak punya sepatah pun untuk dikatakan
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Dan apalah artinya kebahagiaan kalau bukan rangkaian kesenangan detik demi detik tanpa nurani berjingkrak-jingkrak menggugat
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah
(Minke, Rumah Kaca)

Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Sejak jaman nabi sampai kini, tak ada manusia yang bisa terbebas dari kekuasaan sesamanya, kecuali mereka yang tersisihkan karena gila. Bahkan pertama-tama mereka yang membuang diri, seorang diri di tengah-tengah hutan atau samudera masih membawa padanya sisa-sisa kekuasaan sesamanya. Dan selama ada yang diperintah dan memerintah, dikuasai dan menguasai, orang berpolitik
(Minke, Rumah Kaca)

Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka kemajuan sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia
(Minke, Rumah Kaca)

Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali
(Pangemanann,Rumah Kaca)

bagaimana pun masih baik dan masih beruntung pemimpin yang dilupakan oleh pengikut daripada seorang penipu yang jadi pemimpin yang berhasil mendapat banyak pengikut
(Pangemanann, Rumah Kaca)

Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut
(Pangemanann, Rumah Kaca)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post