02.09.10
Coklat

Rasa pahit bercampur manis
Meleleh dalam lidah
Rasa tenang yang mulai menyusup
Menikmati setiap jengkal nikmat
Nikmat yang begitu mencandu
Untuk terus menyesap
Hanya ingin merangkai huruf menjadi sebuah kata

Rasa pahit bercampur manis
Meleleh dalam lidah
Rasa tenang yang mulai menyusup
Menikmati setiap jengkal nikmat
Nikmat yang begitu mencandu
Untuk terus menyesap

Padanganku tak serjenih dulu
Ku tak mampu melihat sempurna
Bayangmu memenuhi
Dalam sadar dan tidurku
Hanya dirimu yang ada
Bertahta dan meraja sosokmu
Walaupun ku tahu
Hanya imaji
Karena ku tak tahu ujudmu
Yang ku tahu
Hanya sosok huruf yang kau ketik
sebelumnya : mencintamu
Satu datang
Menemani duduk ditepian
Bercakap tentang kabar
Atau hanya duduk dalam diam
Ada kalanya sendiri
Menikmati sunyi
Satu pergi
Berjalan melangkah
Meneruskan perjalanan
Datang dan pergi
Silih berganti
Dalam derap langkah berirama
Kadang langkah begitu tergesa
Namun sesekali tak ada suara
Kasihku,
Ingatkan dirimu lembar kertas merah jambu
Yang kukirimkan 6 tahun yang lalu
Tak ada kata cinta disana
Hanya sebuah sapa kabar
Kasihku,
Tanganku ini tak kuasa menulis
Bujuk rayu tertatah
Selalu kelu lidah ini
Untuk mengucap kata mesra dihadapmu
Belahan jiwaku,
Saat sendiri seperti ini
Sepi membuatku merana
Mengingatmu tenangkan jiwa
Memilikimu membuatku bahagia
Belahan jiwaku,
Saat jauh seperti ini
Rasa hampa begitu menyesak
Hanya bisa menyesapi suaramu
Mendekap bayang hangatmu
Solo, 2 februari 2010
nb. akhirnya selesai juga nulis buat dapatin salah satu hadiah dari ida

Mencintaimu
Seperti berjalan dititian
Tiap langkah selalu menimbulkan debar
Ketakutan yang menyenangkan
Kehati-hatian tiap jengkal langkah
Namun begitu mengoda
Dan tetap harus kulalui
sebelumnya : Kosong
sebuah tafsir dari rumah sebelah
Hadirmu seperti musim semi
Membawa keriangan pucuk daun
Membawa senyum kehangatan
Meluluhkan dingin hatiku
Akhirnya aku tahu
Rasa ini hanya aku yang rasa
Dirimu hanya menemaniku sesaat
Untuk kemudian berlalu
Pergi bersama musim salju
Membekukan kembali hatiku