Ingatan
Ini bukan tentang diriku, dirimu atau kita, hanya sebait kisah terberai. Dalam satu waktu kita bertemu dalam gelapnya hati, tak tahu siapa yang menerangi sunyi.
Diam
Hanya saling terdiam, menikmati waktu berlalu, menghitung jarum jam yang seakan melambat. Dalam tatap haru yang tiba menyeruak, tak tau darimana datangnya. Bulir airmata menetes perlahan.
Sepi
Perlahan sepi menguap, ceria menikam perlahan, kemudian dirimu menghilang. Tak benar hilang, hanya melangkah keluar untuk menyapa kembali. Dijemarimu tergenggam sepotong sepi. Kita kembali terdiam, tanpa kata, hanya memandang sunyi.
Sedu sedan, isak tangis dan airmata
Waktu melambat, sedu sedanmu terasa menyesakan dada. Aku hanya terdiam, mendengarkan isak tangismu. Tak ingin menganggu kepedihanmu, biarkan semua tercurah lewat airmata. Perlahan semua kembali sunyi, senyumu menghiasi wajah putih pualam. Kemudian kau pergi membawa seiris hatiku.
Hatiku
Aku tak tahu hati mana yang terbawa olehmu saat dirimu berlalu. Disini hati selalu tumbuh dengan cepat. Hancur, terbelah atau terbawa akan kembali utuh ditempatnya. Sama seperti saat ini saat semua mulai tak tampak lagi. Mengabur kemudian tampak begitu nyata, namun aku tahu semua hanya semu






Sepatah kata dalam jejak